1.
Pengertian prinsi-prinsip dasar
pembelajaran
§
Prinsip adalah suatu pernyataan
fundemental atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang
atau kelompok sebagai sebuah pedoman untuk berfikir atau bertindak.
§
Pembelajaran adalah suatu proses
interaksi antara komponen-komponen sistem proses yang dapat menjadikan
seseorang memperoleh ilmu pengetahuan dan pengalaman.
§
Pembelajaran adalah proses interaksi
peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar. Sedangkan pembelajaran
merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan
ilmu dan pengetahuan penguasaan kemahiran dan tabit, serta pembentukan sikap
dan kepercayaan pada peserta didik.
Prinsip juga dikatakan juga sebagai landasan prinsip pembelajaran
menurut Larsen dan Frame (1986 dalam supani dkk1997/1998) adalah “ Refresent
the theoretical frame work of the meted “ maksudnya prinsip pembelajaran
adalah kerangka teoritis sebuah metode pembelajaran, kerangka teoritis adalah
teori-teori yang mengarahkan harus bagaimana sebuah metode dilihat dari segi :
1.
Bahan yang akan dibelajarkan
2.
Prosedur pembelajaran ( bagaimana
siswa belajar dan bagaiman guru mengajarkan bahan ajar ).
3.
Gurunya
4.
Siswanya
2.
Integrated ( terpadu )
Pembelajarn
terpadu adalah pembelajaran yang menggunakan pendekatan antara bidang study,
menggabungkan bidang study dengan cara menetapkan prioritas kurikuler dan
menemukan keterampilan, konsep dan sikap yang saling tumpang tindih dalam
beberapa bidang studi. Mengajar harus dipandang sebagai usaha mengembangkan
seluruh pribadi peserta didik. Mengajar bukan hanya mengembangkan kemampuan
kognitif saja, tetapi juga meliputi aspek dan psikomotorik. Model pembelajaran
integrated yaitu memadukan sejumlah topik dari mata pelajaran yang berbeda
tetapi nintinya sama.
3.
Interaksi ( kerjasama )
Interaksi
merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, sehingga manusia harus mampu
melakukan secar verbal maupun non verbal. Didalam interaksi harus memiliki 3
unsur yaitu:
-
Komunikator ( orang yang melakukan
komunnikasi )
-
Konikon ( orang yang dijadikan
sasaran atau objek )
-
Informasi ( bahan yang dijadikan
komunikasi atau interaksi )
Hal ini diperlikan karena manusia mempunyai naluri untuk
berinterksi, berhubungan dan bergaul sesamanya sejak dilahirkan hingga
sepanjang hidupnya. Interaksi dapat semakin bertambah sejalan dengan semakin
meluasnya pergaulan dan seorang dengan bertambahnya usia seseorang.
4.
Kesinambungan dan peruubahan
sejumlah nilai simbol dan kebiasaan yang lahir dari satu generasi
senantiasa dipeihara dan disosialisasikan kepada generasi berikutny. Meskipun
terjadi pembauran dan perubahan, tetapi inti dan muatan nilai, simbol, dan
kebiasaannya tetapi diteruskan secara berkesinambungan. Kesinambungan kehidupan
dalam masyarakat terjai karena adanya lembaga perkawinan. Melalui lembaga
perkawinan manusia dilahirkan dan dapat melanjutkan keturunan yang kemudian
melakukan perkawinan pola. Kesinambungan terjadi berbagi aspek kehidupan
mayarakat. Sedangkan perubahan sosial terjadi karena berbagi sebab, antaralain:
politik, ekonomi, dan lain-lain.
5.
Kooperatif ( kerjasama )
Pembelajaran koperatif merupakan bentuk pembelajaran dengna cara
siswa belajar dan belajar dalam kelompok-kelompok kecil secara koferatif yang
anggotanya terjadi dan empat sampai enam orang, dengan struktur kelomok yang
bersifat netrogen.
Pembelajaran kooperatif adalah strategi pembelajaran yang
melibatkan partisipasi siswa dalam satu kelompok kecil untuk saling
berinteraksi ( Nuruln Na’jah) dalam sistem belajar yang kooperatif, siswa
belajar kerjasama dengan anggota lainnya. Dalam model ini siswa memiliki dan
tanggung jawab, yaitu mereka belajar untuk dirinya sendiri dan membantu sesama
anggota kelompok untuk belajar. Siswa belajar bersama dengan sebuah kelompok
untuk belajar.
6.
Konstektual
Pembelajaran konstektual merupakan konsep belajar yang membantu
guru menggantikan antara materi yang diajarkannya dengan situasi. Dunia nyata
siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya
dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat :
-
Komponen pembelajaran kontekstual
-
Menjalin hubungan yang bermakna
-
Mengerjakan pekerjaan yang berarti
-
Melakukan proses belajar yang diatur
sendiri
-
Mengadakan kabolarasi
-
Berpikir kritis dan kreatif
-
Memberikan layanan dan individual
-
Mengupayakan pencapaian standar yang
tinggi
-
Menggunakan asesmen atentik
7.
Inkuiri ( menemukan )
Pembelajaran inkuiri merupakan kegiatan inti dan CTL, melalui upaya
menemukan akan memberikan penegasan bahwa, pengetahuan dan keterampilan setra
kemapuan-kemampuan lain yang diperlukan bukan merupakan hasil dan mengingat
faktor-faktor tetapi merupakan hasil menemukan, hasil menemukan sendiri,
kegiatan pembelajaran yang mengaruh pada upaya menemukan telahlama
diperkenalkan pula dalam pembelajaran inkuiri.
Dilihat dari segi kemampuan secara emosional, sesuatu hasil yang
menemukan sendiri nilai kepuasan lebih tinggi dibandingkan dengan hasil hasil
pemberian. Dimana hasil pembelajaran merupakan hasil dan kreatifitas siswa
sendiri,akan bersifat lebih tahan lam diingat oleh siswa bila dibandingkan
dengan sepenuhnya pemberian dari guru. Untuk menumbuhkan kebiasaan siswa secara
kreatif agar bisa menemukan pengalaman belajarnya sendiri.
8.
Problem Solring
Pembelajran problem solring merupakan memecahkan masalah pada
tingkat ini pada peserta didik, belajar merumuskan untuk memecahkan masalah
memberikan respon terhadap rangsangan yang menggambarkan alat membangkitkan
situasi problem, maka yang mempergunakan faidah yang telah dikuasai.
9.
Keterampilan sosia
Keterampilan kerjasama itu diperlukan melalui aktifitas dalam
kegiatan pembelajan secara berkelompok , dengan demikian siswa perlu untuk mau
dan sanggup berinteraksi dengan anggota lain dalam rangka mencapai tujuan
pembelajaran yang telah ditetapkan.
Ips terkadang dicangkup sebagai pembelajran keterampilan, oleh
karena itu menyangkut berbagai hal yang dibutuhkan oleh seseorang sebagai warga
mastarakat ataupun sebagi warga negara. Jadi IPS adalah keterampilan belajar
dan keterampilan berpikir kritis.
Pilar dari koperatif antaralain :
-
Ketergantungan yang positif
-
Tanggung jawab individu ( tanggung
jawab pribadi )
-
Harus bertatap muka
-
Motifasi dan komunikasi
-
Problem ( pemecahan masalah )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar