A.
Pengertian
dan komponen model pembelajaran IPS MI
Istilah “mode” memiliki berbagai pengertian pertama, model
diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan dalam melakukan sesuatu
kegiatan atau sebagai pedoman dalam melaksanakan suatu kegiatan. Kedua, “model”
juga diartikan sebagai barang atau benda tiruan dari benda yang sesungguhnya,
seperti “globe” adalah model dari bumi tempat manusia hidup.
Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan
prosedur yang terorganisasikan secara sistematik dalam mengorganisasikan
pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Salah satu batasan
tentang model mengajar yaitu :
§ Model mengajar adalah sebuah perencanaan pengajaran yang
menggambarkan proses yang ditempuh pada proses belajar mengajar agar dicapai
perubahan spesifik pada prilaku peserta didik seperti yang diharapkan.
§ Arends model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang
digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran dikelas.
Ciri – ciri khusus model pembelajaran IPS MI dibagi menjadi 4yaitu:
1)
Rasional
teoretik logis yang disusun oleh para pencipya atau pengembangnya.
2)
Landasan
pemikiran tentang apa dan bagaimana peserta didik belajar.
3)
Tingkah
laku mengajar yang diperlukan agar model dapat dilaksanakan dengan secara baik
dan bisa berhasil
4)
Lingkungan
belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dicapai
model
– model pembelajaran terbentk melalui kombinasi dari komponen :
a)
Fokus
adalahaspek sentral sebuah modal
b)
Sintaks
adalah mengandung uraian tentang model dalam tindakan, contoh:kegiatan yang
disusun berdasarkan tahap-tahap yang jelas dari keseluruhan program yang
melambangkan lingkungan pendidikan dari setiap model
c)
Sistem
sosial adalah bagian penting dari setiap model
d)
Sistem
pendukung adalah memberikan kemampuan kepada guru dan peserta didik bagi
berhasilnya dengan baik penerapan strategi mengajajar.
Selain
4 komponen diatas terdapat satu komponen
yang terlupakan yaitu :
1)
Komponen
dampak instruksional adalah hasil belajar yang dicapai langsung oleh peserta
didik dengan cara mengarahkan peserta didik pada tujuan yang telah ditetapka
atau diharapkan.
2)
Dampak
pengiring adalah hasil belajar lainnya yang dihasilkan oleh proses belajar
mengajar sebagai akibat tercapainya suasana belajar yang dialami langsung oleh
peserta didik tanpa pengarahan.
B.
Model
– Model Pembelajaran IPS MI
-
Model
pencapaian konsep
Proses berpikir manusia, model ini didasarkan pada pendekatan bahwa
lingkungan penuh dengan hal-hal yang berbeda dan mustahil dapat menyesuaikan
diri dengan jika manusia tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk membedakan dan
mengelompokkan segala sesuatu kedalam
kelompok.
-
Model berpikir induktif
Untuk mendorong para pelajar menemukan dan mengorganisasikan
informasi, menciptakan nama suatu konsep, dan menjajaki berbagi cara yang dapat
menjadikan peserta didik lebih terampil.
-
Model
memorisasi
Untuk menghapalkan dan mengasimilasikan sesuatu informasi, guru
dapat menggunakan model memorisasi ini untuk membimbing penyampaian materi yang
bertujuan agar dapat dengan udah menangkap informasi baru.
-
Model
investigasi kelompok
Peserta didk diharapkan belajar bagaiman menerapkan metode ilmiah
untuk kesempurnaan masyarakat manusia.
-
Model
bermain peran
Untuk membantu para peserta didik mempelajari nilai-nilai sosial
dan pencerminannnya dalam perilaku, untuk membantu para peserta didk
mengumpulkan dan mengorganisasikan isu-isu sosial. dalam model ini memberikan
manfaat kepada peranan dan pengamat yaitu :
·
Kualitas
pemeranan
·
Analiasis
yang dilakukan melalui diskusi setelah pemeranan
·
Persepsi
siswa terhadap peran yang ditampilkan di bandingkan dengan situasi nyata dalam
kehidupan.
-
Model
penelaahan yuris prudensi
Model yang dilibatkan proses interaksi yang relatif lebih rumit.
Untuk menguji dirinya sendiri, perilaku kelompok, dan proses sosial.
-
Model
inkuiri sosial
Diterapkan dalam bidang-bidang ilmu alamiah dan model penelitian
sosial dalam bidang ilmu sosial. model yang lebih spesipik dikembnagkan dengan
menggunakan metode keilmuan antropologi, sejarah, geografi, psikologi sosial,
dan sosiologi.
C.
Kriteria
Model Pembelajaran IPS MI
·
Model
yang akan diterapkan sedapat mungkin menggunakan lingkungan sebagai sumber
belajar, kemampuan alam, koperasi, kantor desa, informasi pendudukan.
·
Dalam
penerapan model harus didampingi nara sumber , mengingat kondisi dan
perkembangan mental peserta didik MI masih terbatas pada hal-hal yang bersifat
konkrit.
·
Model
yang akan diterapkan sedapat mungkin menjadikan peristiwa sosialyang baru
menjadi fokus pembelajaran yang dikaitkan dengan materi IPS yang akan
diajarkan.
·
Model
yang diterapkan idealnya sedapat mungkin mendorong peserta didik mendorong
untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran, baik secara fisik, maupun
mentalnya.
·
Model
yang ditetapkan memungkinkan peserta didik menentukan konsep, prinsip dan
tehnik interaksi dengan lingkungan.
·
Model
yang diterapkan memiliki relevansi dengan kehidupan peserta didik sehari-hari.
·
Model
yang diterapkan memberikan rasa aman dan senang kepada peserta didik hingga
dapat belajar dengan betah.
Tips memilih dan menerapkan model pembelajan IPS MI diantaranya:
1)
Memilih
model pembelajaran tertentu harus didasarkan pada penguasaan dan kemampuan guru
untuk menerapkan model yang telah dipili.
2)
Memberharhatikan
kesiapan belajar peserta didik, baik kesiapan kognitif maupun apektif
3)
Memperhatikan
tujuanpembelajaran, dengan penekanan pada ranah yang akan dicapai
4)
Memperhatikan
materi pembelajaran, terutama karakteristik materi
5)
Memperhatikan
karakteristik kemampuan awal peserta didik, baik yang bersifat sosial maupun
pengalaman awalnya
6)
Memperhatikan
keberadaan pasilitas belajar yang perlu diperhatikan dan yang diperlukan
terkait dengan model ynag akan dipilih dan diterapkan.
|
|